Apa itu Hedging Dan Mengapa Hedging Adalah Instrumen Penting Perlindungan Nilai Portofolio Anda

bagikan posting ini:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Apa itu hedging? Hedging adalah sebuah investasi untuk mengurangi resiko dari perubahan harga yang dapat membuat investor rugi. Biasanya dalam hedging, kamu akan mengambil posisi bertolak belakang dari investasi yang kamu pegang saat ini.

Untuk lebih lengkapnya, kita akan membahas pengertian hedging dan contohnya dibawah, yang mana merupakan salah satu teknik dan strategi investasi tingkat lanjut dalam trading. Jika perlu, baca artikel-artikel kami sebelumnya untuk memperdalam ilmu trading kamu sebelum masuk ke bahasan topik tentang hedging kali ini.

Pengertian Hedging

Hedging artinya dalam Bahasa Indonesia sama dengan melindungi nilai. Jika diartikan lebih luas, dalam dunia investasi definisi hedging yaitu instrumen investasi yang melindungi keuangan kamu dari situasi yang tidak menentu. Pada momen tersebut hedging mampu untuk melawan resiko kerugian saat portofolio kamu mengarah ke negatif dalam siklus tertentu. Hedging secara prinsip mirip diversifikasi walaupun keduanya bisa berbeda tergantung dari manajemen portofolio masing-masing investor.

Hedging berlaku untuk meminimalisir kemungkinan merugi dari portofolio kamu secara keseluruhan. Kalaupun tetap rugi, kamu tidak akan bangkrut. Intinya instrumen ini berprinsip selayaknya manajemen resiko atau bahkan asuransi bagi portofoliomu.

Apa itu hedging bisa mudah dipahami layaknya asuransi. Dalam asuransi, kamu diharuskan membayar premi dalam jumlah tetap setiap bulannya. Kalaupun rumahmu terbakar, kamu bisa mengklaim jumlah kerugian sesuai dengan kesepakatan awal. Dalam hedging , meskipun kamu merugi dalam aset yang sudah ada, hedging mampu mengurangi kerugian tersebut karena memang diprediksi mampu untuk bergerak berlawanan arah dari turunnya nilai aset awal. Sehingga kamu tidak merugi total.

Karena itu banyak investor yang menggunakan instrumen ini saat pasar sedang tidak menentu dengan membeli emas.

Strategi Manajemen Resiko

Hedging dalam dunia finansial merupakan salah satu bentuk strategi manajemen resiko. Fungsi utama hedging adalah untuk mengurangi resiko atau ketidakpastian. Kerugian dapat diprediksi arahnya dalam fluktuasi harga aset dan melihat pengaruh instrumen lain yang saling bertolak belakang. Jika saham misalnya punya potensi jatuh, maka harga emas akan cenderung naik.

Prinsipnya dengan mengaplikasikan resiko dengan potensi keuntungan di instrumen lain walaupun ada dua keputusan berbeda saat itu. Jika saham tetap naik maka hasilnya sangat baik. Namun jika saham jatuh, maka hasilnya juga bisa diimbangi dengan hedging pada instrumen emas yang sudah kita persiapkan sebelumnya, dimana nilainya naik.

Sederhananya, arti hedging adalah satu investasi dengan mengambil potensi pendekatan untuk hasil yang bertolak belakang.

Kamu tetap akan rugi saat resiko yang sudah diprediksi terjadi yang mana hedging tidak mampu untuk menanggulangi hal ini. Namun kamu tidak akan mengalami kerugian total atas kejadian tersebut. Bukan hanya investor individual yang mengaplikasikan hedging. Manajer investasi juga tidak jauh dari instrumen ini. Hedging sangat berguna untuk meminimalisir ekspos terhadap berbagai macam resiko dan mengurangi dampak pada resiko tersebut.

Contoh Hedging

Komoditas emas

Komoditas emas bisa menjadi contoh hedging yang paling mudah dipahami. Emas memiliki fundamental yang kuat karena di masa inflasi tinggi nilai emas tetap walaupun mata uang jatuh. Emas adalah aset lindung nilai yang baik karena bertentangan dengan deflasi mata uang atau inflasi.

Emas memiliki nilai hedging bagi mata uang yang tinggi karena sebab ini. Dengan pergerakan emas yang lebih stabil, emas menjadi pilihan untuk mengurangi resiko dari perdagangan forex.

Karena itu pula emas bisa bertahan terhadap inflasi tinggi, seperti saat krisis moneter 1998, banyak pengusaha yang menukarkan uang tunai mereka ke dalam bentuk emas batang. Nilainya tidak banyak berubah karena bernilai secara global, kemudian emas dijual lagi disaat Rupiah kembali stabil untuk menjadi modal usaha kembali.

Banyak orang berinvestasi dalam emas karena bisa menjadi hedging melawan nilai saham. Menariknya, berdasarkan penelitian dari Trinity College di Dublin, Jerman, rata-rata harga emas meningkat sejak 15 hari pasar saham jatuh. Nilai emas naik dalam kasus ini karena permintaan yang meningkat pesat. Begitu pula saat IHSG turun nilainya pada awal September, emas menjadi alternatif investasi dan hedging bagi investor untuk menempatkan dana mereka secara efisien.

Namun praktik investasi langsung dalam aset emas karena nilainya akan naik tidak bisa disebut hedging. Istilah hedging hanya dipakai untuk manajemen resiko dari portofolio yang sudah kita miliki.

Teknik Hedging

Teknik hedging adalah teknik yang diterapkan dalam dunia finansial untuk mengurangi efek dari resiko terukur dalam pergerakan aset di masa yang akan datang, yang bisa berupa komoditas, arus kas, saham, forex, aset dan pasiva. Dengan kata lain, teknik ini mampu mengurangi resiko dari pergerakan arah yang sudah diprediksi di awal.

Contohnya mata uang. Ada banyak resiko di dalamnya seperti resiko volatilitas, resiko mata uang sendiri, resiko ekspos mata uang, dan sebagainya. Arti hedging dalam forex dapat berupa manajemen resiko-resiko tadi untuk mendapatkan stabilitas nilai dalam durasi yang sudah ditentukan. Beberapa instrumen yang dapat diaplikasikan dalam hedging forex berupa:

  1. Resiko Hedging dengan Kontrak Serah
  2. Resiko Hedging dengan Kontrak Berjangka
  3. Resiko Hedging dengan Swap
  4. Resiko Hedging dengan Kontrak Opsi
  5. Resiko Hedging dengan Asuransi

Strategi Hedging

Kebanyakan investor yang menggunakan strategi hedging, juga mengaplikasikan derivatif. Derivatif merupakan turunan dari aset utama di portofolio kamu.

Bagaimana derivatif melindungi kamu dari resiko? Coba ambil contoh saat kamu membeli saham. Kamu memang memprediksi harganya akan meningkat, akan tetapi kamu tetap ingin melindunginya dari kerugian saat nilainya turun. Derivatif dalam bentuk Kontrak Opsi dapat menjadi pilihan.

Kontrak Opsi Saham akan menjadi produk lindung nilai dengan memastikan harga untuk kembali dijual di harga acuan yang sudah ditentukan dalam jangka waktu terbatas. Kamu akan mendapatkan hak jual atas suatu saham perusahaan sehingga walaupun harga saham jatuh, kamu mendapatkan hak untuk menjual saham tadi dengan nilai yang sama, walaupun kamu juga harus mengeluarkan komisi spekulasi. Sehingga kerugian yang kamu terima hanya berupa komisi tersebut.

Diversifikasi merupakan salah satu strategi dalam hedging. Saat kamu memiliki portofolio aset, tidak semuanya naik atau turun dengan sekaligus. Jika satu aset jatuh, kamu tidak kehilangan segalanya. Contohnya banyak investor pemula cenderung memilih Obligasi ketimbang berinvestasi dalam saham. Saat saham jatuh, Obligasi (selain emas yang sudah kita bahas sebelumnya) meningkat nilainya. Hal ini karena tingkat keamanan dan jaminan pengembalian dari aset terkait.

Beberapa praktik hedging lain yang bisa kamu terapkan berupa:

  • Alokasi aset yang beragam: rekomendasi kebanyakan adalah 70% dalam pasar modal dan 30% dalam aset yang lebih stabil.
  • Alokasi modal yang cukup: memang cukup riskan untuk memegang uang tunai dalam jumlah besar untuk waktu yang lama, apalagi dengan tingkat inflasi Rupiah yang tinggi. Namun kamu bisa menggunakan aset dengan likuiditas tinggi atau dengan memegang lebih banyak dolar Amerika ataupun emas batang dalam jumlah terbatas.

Kesimpulan

Hedging adalah strategi manajemen resiko yang digunakan untuk membatasi dampak kerugian dari fluktuasi harga di pasar perdagangan. Hedging mampu melindungi nilai aset layaknya asuransi. Teknik ini juga diaplikasikan dalam pasar yang berbeda, mulai dari uang tunai dan kontrak untuk mengurangi dampak kerugian karena fluktuasi harga pasar.

Kita sudah membahas apa itu hedging, contoh, hingga strategi dan teknik lindung nilai yang bisa kamu terapkan. Semoga kamu bisa mengaplikasikan teknik dan strategi yang sudah kita bahas untuk melindungi nilai portofolio kamu saat pergerakan harga investasi milikmu bergerak di arah beresiko seperti yang sudah diprediksikan sejak awal.

Sumber Daya Tambahan

More To Explore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *